Xperia SP: Review Jelly Bean 4.3

Telat hampir dua minggu sih untuk review update Jelly Bean 4.3 di Xperia SP :p. Jelly Bean 4.3 untuk Xperia SP akhirnya muncul juga pada tanggal 12 Ferbruari 2014. Release pertama ada di Australia, dan Indonesia menyusul 2 hari berikutnya. Pada saat itu karena tidak sabar akhirnya saya memakai versi Australia meski berbeda seri Xperia SP. Xperia SP yang dijual di Indonesia seri C5302, sedangkan di Australia merupakan versi LTE C5303.

Ketika update di Indonesia keluar, saya downgrade dulu ke versi Jelly Bean 4.1, root, dan ubah build.prop agar cepat mendapatkan update :mrgreen:

Intronya kepanjangan nih, langsung ke reviewnya saja, dimulai dari kelebihannya. Beberapa kelebihan yang saya temukan di update Xperia SP Jelly Bean 4.3:

  1. Lebih smooth. Xperia SP sejatinya sudah merupakan HP performance, jarang banget lag atau macet. Ketika update ke Jelly Bean 4.3, hampir tidak ada lag, malahan saya belum merasakan lag sampai sekarang.
  2. Fresh UI (User Interface). UI yang ada berbeda dengan sebelumnya, kali ini kalau tidak salah sudah mirip dengan UI milik Xperia Z series, tepatnya Xperia Z ultra atau xperia Z1 (CMIIW).

    Xperia SP new UI

  3. RAM yang lebih lega. Total RAM yang tersedia meningkat dari sekitar 700MB menjadi 800MB, meski pada kenyataannya konsumsi RAM meningkat juga :mrgreen: , tapi tetap lebih ringan dari sebelumnya.

    RAM Xperia SP JB 4.3

  4. Management RAM yang lebih baik. Dulu sering banget terjadi aplikasi yang dibunuh secara sadis saat kehabisan RAM. Contoh saja wakman tiba-tiba mati sewaktu browsing. Kali ini sedikit lebih baik, meski RAM yang tersedia lebih sedikit. Memang masih ada aplikasi yang tiba-tiba mati, tapi lebih baik dibandingkan versi sebelumnya.
  5. Sony Smart Social Camera milik Xperia Z Ultra dan Xperia Z1. Fitur ini yang sebenarnya paling saya tunggu πŸ˜€ . Fitur ini mengintegrasikan banyak aplikasi kamera dalam wadah aplikasi kamera bawaan Sony.Screenshot_2014-02-23-10-50-38[1]Banyak aplikasi menarik yang bisa dipakai, yang paling populer sepertinya AR (Augmented Reality) Effect dan Defocus Camera. AR effect menampilkan effect 3D animasi yang bisa bergerak dan bisa diatur saat melakukan pengambilan gambar. AR effect keren banget, seperti ada 2 layer: layer kamera itu sendiri dan layer animasi yang bergerak bersamaan, seperti video dalam kamera. Sedangkan Defocus Camera membuat hasil foto hanya fokus pada satu object, objek lain yang menjadi latar belakangnya menjadi blur, meskipun saya sndiri jarang sukses menggunakan Defocus Camera.

    Sony AR effect

  6. Aplikasi tema. Kalau pada versi sebelumnya, tema yang bisa dipilih hanya tema default yang hanya itu-itu saja, kali ini kita bisa menginstall banyak tema dari playstore tanpa perlu menggunakan aplikasi ketiga.

    Downloadable Theme Xperia SP JB 4.3

  7. Wifi range yg jauh lebih baik. Ini juga yang saya tunggu. Sebelumnya jangkauan sinyal wifi yang dapat diterima sangat minimalis. Saya sendiri merasakannya, wireless speedy yang ada di luar kamar saya hanya sisa 1 bar di kamar saya. Kali ini jauh lebih baik, kadang masih bisa maksimal
  8. Score Benchmark Antutu yang naik lumayan banyak dari skitar 21.000 menjadi sekitar 23.000. Sudah sangat bagus untuk handphone kelas middle-end dengan hanya dual core processor πŸ˜€

    Antutu Benchmark Xperia SP JB 4.3

Seperti biasanya juga, setiap ada update, entah untuk apapun, pasti ada bug baru (*curhat saya sebagai web developer πŸ˜† )

  1. LED notifikasi yang tidak responsif jika menyalakan walkman. Pada versi sebelumnya LED notifikasi akan aktif berkedip mengikuti irama lagu. Kali ini LEd hanya akan aktif berkedip jika volume kurang dari 50%, lebih dari itu LED hanya sekedar menyala saja -_-
  2. Bravia Engine 2 yang tidak bekerja di album tetapi masih jalan di movies. Ini yang tampaknya membuat heboh semua user Xperia SP pada saat update baru dirilis. Bagi saya sih tidak masalah karena saya sendiri jarang malahan tidak pernah menggunakan Bravia Engine 2.
  3. Volume notifikasi yang lenyap. Ini bug yang lumayan mengganggu. Bug ini hanya terjadi jika kita menggunakan tema selain tema default, seperti yang dijelaskan pada kelebihan di atas pada poin 5. Jika menggunakan tema default, tidak ada masalah.
  4. Layar yang tetap menyala ketika dicharge. Bug ini kadang mengganggu sih, ketika handphone disambungkan ke charger atau ke laptop/komputer, dan kita tidak menyentuh apapun maka selamanya layarnya akan tetap menyala, tapi ketika kita menyentuh sesuatu sesaat setelah menyambungkan ke charger atau laptop maka layar dapat mati secara normal.
  5. White Balance yang kadang tidak berfungsi jika handphone direstart. Sperti handphone sony kebanyakan yang menderita layar agak kekuningan, kita butuh mengatur white balance (tidak semua seri Xperia punya fitur ini). Pada update yang baru ini, kita butuh mengatur ulang whitebalance, karena sering tidak aktif secara tiba-tiba.

Ternyata banyak juga ya bug nya. Apakah dengan demikian masih lebih baik tetap di 4.1? Untuk saya pribadi, saya puas di update 4.3. Meski ada 1 kekurangan fatal, yaitu belum ada root yang tersedia untuk Lock Bootloader. Memang ada beberapa solusi yang ditawarkan seperti melakukan Unlock Bootloader atau downgrade dulu ke 4.1 dan menggunakan ROM deodex 4.3 πŸ˜€ . Tapi saya menunggu saja deh yang bisa langsungan. :p

Ada satu lagi kejutan dari Sony ketika update Jellly Bean 4.3 rilis. Di web resmiΒ sony, status update Android KitKat 4.4 untuk Xperia SP yang dulunya adalah Future Update, tiba-tiba berubah menjadi Under Investigation/dalam penyelidikan. Bagi saya bisa berarti 2 hal: yang negatif tentunya kemungkinan batal dapat update Kitkat 4.4, yang positif: Update KitKat 4.4 mulai dikerjakan. Ambil positifnya saja πŸ˜€

Ada yang kurang mungkin? Mari ditambahkan πŸ˜€

Tinggalkan Balasan