Review Sony Xperia SL dan Xperia SP (2)

Langsung dibuat deh daripada biasanya kalau crita bersambung malah ga kelar-kelar..hehehe πŸ˜†

Xperia SP

Karena negara api menyerang dan harus Xperia SL menginap di SSC dalam batas waktu yang tidak ditentukan mungkin sampai 4 bulan, akhirnya saya memutuskan membeli Xperia SP.

Setelah membaca berbagai review dan mencari-cari kejelekan Xperia SP ini, akhirnya saya tertarik dan menebus Xperia SP warna merah. Kesan pertama, cakep banget nih. Warnanya juga bagus, karena saya sudah bosan dengan warna putih, dan warna hitam terkesan biasa saja. πŸ˜€

Ada frame alumunium di sisi tepinya, ya meski tidak terlalu kelihatan sih, tapi begitu dipegang berasa beda. Tapi karena frame alumunium ini, jadi beratnya cukup terasa, padahal Xperia SL saja beratnya cukup terasa apabila dibandingkan Nokia Lumia 720.

Karena terkenal dengan performance Xperia SP yang beast, alias kejam, saya mulai melakukan testing dan benar! Saya tidak merasakan lag sama sekali baik pada saat main game HD maupun ketika keluar dari game tersebut dan kembali ke menu. Pada Xperia SL biasanya berasa lagnya, bahkan kadang urutan layar di menu berubah menjadi “own order”.

 photo Screenshot_2013-12-15-10-38-48_zpsb0fzikyu.png

Xperia SP malah menang score benchmark lawan Xperia Z yang lebih mahal πŸ˜›

 photo Screenshot_2013-12-15-10-42-41_zpslq02y4uu.png

Performa Dual Core nya bahkan mengalahkan Samsung Galaxy S3 yang sudah quadcore, dan masih bisa bersaing dengan Quad Core lainnya πŸ˜€

Yang membuat menarik lainnya adalah lampu notifikasi LED transparan di bagian bawah Xperia SP, yang warnanya bisa berganti-ganti sesuai tema warna dominan lagu atau album gambar. Ketika memutar lagu, maka lampu LEd akan berkedip mengikuti irama lagu, ya meski cuma buat iseng-iseng saja sih. Kalau di Xperia SL, bagian lampu LED transparan hanya berwarna putih, dan lampu LED notifikasi hanya kecil di atas.

 photo IMG-20131214-WA0003_zpsspjmaugy.jpg

Tapi tentu Xperia SP ini bukannya tanpa kekurangan. Kekurangan pertama yang saya rasakan adalah soal speakernya. Suaranya kurang keras, berbeda sekali dengan Xperia SL yang cukup keras, untuk kualitas suaranya juga kurang dibandingkan Xperia SL.

Kekurangan lainnya menurut saya, tentunya kameranya. Mungkin agak kurang adil mengingat kamera Xperia SL 12MP harus saya bandingkan dengan kamera Xperia SP yg hanya 8MP. Meski 8MP, ternyata hasil kameranya tidak bagus (atau saya yang tidak bisa ngefoto ya πŸ˜† ). Warnanya cenderung over-saturated ketika menggunakan mode HDR di normal mode. Sedangkan kalau menggunakan mode Superior Auto, resolusi maksimal kameranya hanya 7MP, dan warnanya kurang bagus dan cukup banyak noise.

Ada lagi kekurangannya, yaitu di sektor layar. Entah mengapa saya merasa warna layarnya kurang cerah dan kurang tajam dibandingkan Xperia SL. Warna putihnya kurang berasa warna lainnya cenderung agak pucat. Atau mungkin ini pengaruh screen guard yang saya beli skalian sewaktu membeli Xperia SP ini ya?*wah kalau screen guardnya ini gara-gara mbaknya yang jaga, jadi terhanyut ngeiyain aja nih -_- #eh

Ketika dibawah sinar matahari, waduhh parah banget nih, layarnya hampir tidak keliahatan, mungkin memang pengaruh screen guardnya πŸ™

Nah ternyata ada lagi nih kejelekannya -____-

Meski saya sudah berusaha mencari-cari kejelekan Xperia SP, ternyata ada beberapa hal yang saya lewatkan

1. Banyak produk Sony dalam kasus ini Xperia SP, Xperia Z, dan Xperia ZL yang ada cacat di modul kameranya sehingga banyak kasus terjadi Black Spot Syndrome (BSS). BSS ini menyebabkan ada seperti kotoran atau dead pixel di layar/gambar sewaktu mengambil gambar lewat kamera, entah berfoto ria atau video.

Solusinya? Ya cuma ke SSC lagi, minta servis atau replace unit baru yang artinya nginaaaaapp lamaaaa πŸ˜₯

2. Masih berhubungan tentang kamera. Konon lapisan UV filter yang ada di lensa/kaca kameranya kalau sudah mulai menipis atau tergores maka menyebabkan kamera menjadi blur atau tidak bisa fokus bahkan berkabut. Tapi tidak menutup kemungkinan penyebabnya juga dari lensa kameranya yang tergores-gores juga πŸ™

Solusinya? Kalau yang ini konon katanya bisa memakai Brasso (pembersih logam), teteskan di lensa kacanya dan gosok perlahan dengan kain lembut. Tujuannya sih untuk meratakan goresan dan menghapus UV filternya.

Kok banyak banget masalahnya ya? Apakah saya menyesal membeli Sony, khususnya Xperia SP?

Tentu tidak, apalagi sudah terbeli dengan harga lumayan. :mrgreen:

Saya masih mengagumi performa Xperia SP yang hampir tanpa lag sama sekali :D.

 photo IMG-20131214-WA0006_zpsdbu8saua.jpg

Untuk saya pribadi, sebenarnya saya mengincar merk atau vendornya. Maksudnya? Biasanya ketika ada update ICS -> JB -> Kitkat, jika kita membeli merk yang kurang terkenal cenderung tidak ada support software dari after salesnya alias tidak mendapat update yang berarti.

Xperia SL dari ICS 4.0 mendapat update ke JB 4.1.2, meskipun masih ngebug sampe di firmware terakhir sih dan konon tidak mendapat update JB 4.2 dan 4.3 karena Qualcomm nya menghentikan support untuk driver processor yang dipakai oleh Xperia SL. (tentu Xperia SL tidak sendirian karena beberapa HP dari HTC yang memakai processor yang sama pun tidak bisa update ke JB 4.2 dan 4.3)

 photo IMG-20131214-WA0005_zpsfajyzzsi.jpg

Xperia SP dari JB 4.1.2 katanya mendapat update ke JB 4.3 dan nantinya akan mendapat update Kitkat 4.4, meskipun JB 4.3 yang harusnya release bulan ini belum keluar-keluar juga -_-

Kalau ditanya apakah Sony recommended saya akan menjawab jika Anda mencari HP yang harga sebanding dengan speknya alias tidak overprice, maka ya Sony termasuk worth to buy, apalagi desain HP sony biasanya bagus dan berkesan premium. Tapi jika anda tidak beruntung dan tidak siap berurusan dengan Sony Service Center, maka tidak disarankan :mrgreen:

Sumber gambar: punya sendiri dan hasil cari google πŸ˜€

1 Comment

  1. dedek says: Balas

    gaan, skrng xsp uda bisa di update ke 4.3 :D, satu lagi gan, emang haru hati” sama lensa kameranya soalnya punya saya uda ke gores banyak skali, dan akshirnya jadi berembun deh.. tapi xsp tak mengecewakaan πŸ˜€

Tinggalkan Balasan