Review Sony Xperia SL dan Xperia SP (1)

Daripada ga ada update blog, nulis ah meski bukan tentang motor. :mrgreen: , review ringan ala kadarnya saja deh, ga usah berat2 πŸ˜›

Kali ini mau bahas Gadget, HP Sony :D. Ya, sebagai fansboy dari jaman Sony Ericsson sampai sekarang jadi Sony, baru skali sih pindah ke lain merk, tepatnya waktu beli android pertama kalinya, yaitu Samsung Galaxy Y πŸ™‚

Kenapa Sony?

Sony Xperia SL

Kalau kita sering browsing, pasti sering lihat atau dengar keluhan di kaskus atau surat pembaca. Sering banget sih ya tidak juga ya, tapi lumayanlah :mrgreen: . Keluhan yang paling terutama adalah kualitas service center Sony, yang kalau sudah nginap pasti berbulan-bulan lamanya.

Awal bulan Mei, saya memutuskan beli Sony untuk pertama kalinya, ya hitung-hitung mau ngrasain HP mahal, yang dipakai untuk waktu yang lama, setelah browsing dan mencari info, pertama niatnya sih ingin membeli Xperia Sola, yg pada saat itu skitar 2,5-3juta. Eh setelah mencari-cari di berbagai toko, kok sudah tidak produksi lagi. Bingung juga, kok lifetime produk Sony di pasaran bentar banget ya?bukannya Xperia Sola blm lama keluar. Padahal menurut saya Sola sangat worth to buy untuk harga dan speknya, bentuknya cantik pula πŸ˜€

Berhubung desperate dan galau πŸ˜† akhirnya memutuskan yang agak mahalan dikit skitar 4jt, Sony Xperia SL., lagi-lagi saya jatuh cinta pada bentuk dan spesifikasinya, yang menurut saya dengan harga segitu sudah cukup bagus, pertimbangan pertama tentunya bentuk fisik Xperia SL yang cantik, spek kamera 12MP, 32GB storage (24GB available) dan layar HD

Sony-Xperia-SL

Nah ini yang membuat saya suka dengan produk Sony, selain biasanya spek dan harganya terjangkau, bentuknya biasanya cantik-cantik, sedikit berbeda dengan Samsung yang menurut saya pribadi bentuknya biasa-biasa saja dan kurang inovasi, bahkan Galaxy S4 juga gambaran bentuknya kurang premium alias tidak jauh berbeda dengan Galaxy Y saya dulu. Tapi harus diakui service center Samsung jempolan dan sangat bagus πŸ™‚

Pada saat perburuan, lagi-lagi, Xperia SL sudah tidak ada di pasaran, akhirnya beli online meski sedikit lebih mahal. πŸ˜›

Kesan pertama pada saat pegang langsung, WOW. Bentuknya sangat elegan.

Kameranya bagus, tapi sdikit kecewa karena Sony terlalu mengkompres gambarnya, jadi seakan-akan 12MP nya kurang optimal, sedikit ada noise di ruang gelap. Hasil kamera cenderung natural, tidak over-saturated tapi tidak terlalu pucat juga.

Untuk main game HD, nah ini kadang sedikit lag, apalagi kalau pas kluar dari gamenya dan kembali ke home screen, pasti ada jeda yang terasa.

Yang paling saya sukai dari Xperia SL ini, bisa saya pakai untuk nonton film HD, gambar dan detilnya bagus, jadi bisa buat nonton sambil tiduran :mrgreen:, suara speakernya pun cukup keras dan bagus πŸ˜€

Tapi semua kegembiraan itu berubah sejak negara api menyerang :lol:, pada awal bulan november karena sesuatu hal, HP saya brick, tapi tidak matot dan tidak hidup, mati sungkan hidup tak mau -_____-

Hang di logo Sony, saya coba force restart dengan vol up + power, dan ternyata… malah nyangkut, logo Sony hilang dan layar LCD gelap tapi layar LCD nya masih nyala. Saya tunggu sampai baterai habis dan coba charge ulang, dan momen-momen menegangkan pun dimulai, semua kekuatiran saya mulai memuncak *halah

Tidak ada respon untuk charge, alias baterai tidak bisa dicharge πŸ™ :'( … πŸ˜₯ T.T

Dan saya pun akhirnya merasakan kejamnya Sony Service Center, sampai saat ini belum ada kejelasan kapan HP saya selesai diperbaiki karena harus dikirim ke pusat di Jakarta, bingung juga sebesar Sony kenapa sparepart kok sepertinya susah dan harus menunggu lama. Yang pasti saya hanya diberitahu kira bisa makan 3-4 bulan. T.T

Eh..eh..tapi ternyata saya belum kapok dengan Sony *masih fansboy, dan akhirnya saya membeli lagi Xperia SP, dengan harapan waktu Xperia SL kelar service bisa langsung dijual πŸ™‚

Demikian review ga jelas dan banyak curhatnya :mrgreen:, untuk Xperia SP pada kesempatan berikutnya saja..hehehe…

Maaf kalau asal tulis πŸ˜†

Sumber gambar dari Google

3 Comment

  1. saya dulu juga fansboy sony(ericsson :mrgreen: ) khususnya walkman series,
    w550, w800, w830, sampe yang terakhir w910i. tapi semua berubah saat robot ijo menyerang πŸ˜†

    1. walkman series trakhirku w880 πŸ˜€
      trs skrg masih fans boy sony? πŸ˜›

  2. aanked98 says: Balas

    bro, meski dah 6 bulan berlalu, saya mau nambahkan cerita ya, ini tentang xperia ray saya, pernah juga merasakan seperti yang bro rasakan, wuiihhh, yaitu tampil hanya logo saja, dan ga bisa start normal, setahun pernah sampai 3 kali, mati dengan cara seperti saya sebutkan di atas.
    karena, saya alergi untuk datang ke servis resmi, insting saya bilang kirim aja ke service biasa, minta diinstal ulang software nya, alias diflash, gitu aja beres sendiri bro, hanya bayar 50rb, tunggu 2 hr jadi.

Tinggalkan Balasan